Arsip

Posts Tagged ‘Sunnah’

Seperti Inikah Dakwah Kita?

Segala puji bagi Allah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang haq untuk dimenangkan di atas seluruh agama. Salawat dan salam semoga terus tercurah kepada Nabi yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, yang menjadi saksi, pemberi kabar gembira dan peringatan, sebagai da’i yang mengajak kepada Allah dan menjadi lentera yang menerangi perjalanan hidup manusia. Amma ba’du.

Menjadi da’i yang mengajak umat untuk menghamba kepada Allah, sebuah tugas yang sangat utama dan mulia. Tugas yang membuktikan kesejatian ittiba’ (komitmen untuk setia kepada Sunnah) pada diri seorang muslim terhadap Nabi yang dicintainya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Inilah jalanku. Aku mengajak (kamu) kepada Allah di atas bashirah/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Dan maha suci Allah, aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik.” (QS. Yusuf: 108). Ayat yang mulia ini mengisyaratkan bahwasanya orang yang paling sempurna dalam ittiba’ adalah yang paling sempurna dalam berdakwah (lihat ad-Durar al-Ghaliyah fi Adab ad-Da’wah wa ad-Da’iyah oleh Syaikh Abdul Hamid bin Badis rahimahullah, hal. 18 Baca selanjutnya…

MENELADANI SUNNAH NABI

Sunnah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah perbuatan yang pelakunya dijanjikan pahala dan orang yang meninggalkannya tidak diancam siksa (definisi sunnah menurut pengertian ahli fiqih). Salah satu musibah dalam kehidupan seseorang adalah ketika ia mengagungkan harta benda lebih daripada pengagungannya terhadap sunnah. Mungkin jika dikatakan, “Siapa saja yang melakukan satu sunnah akan mendapat upah sekian dan sekian” pasti setiap orang akan bersungguh-sungguh menerapkan sunnah dalam aktivitas kesehariannya. Padahal balasan yang dijanjikan oleh Allah jauh lebih besar dan lebih agung daripada harta benda. Namun demikianlah tabiat manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa : 16-17)

Apalah artinya harta benda ketika kita dikubur dan ditimbun dengan tanah?

Mengikuti sunnah Nabi     merupakan bukti cinta seorang hamba kepada Allah Ta’ala sekaligus merupakan sebab kecintaan Allah kepada hamba tersebut. Lalu balasan apa yang lebih besar dan lebih agung daripada cinta Rabb semesta alam? Allah Ta’ala berfirman :

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imraan : 31) Baca selanjutnya…