Arsip

Archive for the ‘Akhlak dan Nasihat’ Category

MENELADANI SUNNAH NABI

Sunnah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah perbuatan yang pelakunya dijanjikan pahala dan orang yang meninggalkannya tidak diancam siksa (definisi sunnah menurut pengertian ahli fiqih). Salah satu musibah dalam kehidupan seseorang adalah ketika ia mengagungkan harta benda lebih daripada pengagungannya terhadap sunnah. Mungkin jika dikatakan, “Siapa saja yang melakukan satu sunnah akan mendapat upah sekian dan sekian” pasti setiap orang akan bersungguh-sungguh menerapkan sunnah dalam aktivitas kesehariannya. Padahal balasan yang dijanjikan oleh Allah jauh lebih besar dan lebih agung daripada harta benda. Namun demikianlah tabiat manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa : 16-17)

Apalah artinya harta benda ketika kita dikubur dan ditimbun dengan tanah?

Mengikuti sunnah Nabi     merupakan bukti cinta seorang hamba kepada Allah Ta’ala sekaligus merupakan sebab kecintaan Allah kepada hamba tersebut. Lalu balasan apa yang lebih besar dan lebih agung daripada cinta Rabb semesta alam? Allah Ta’ala berfirman :

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imraan : 31) Baca selanjutnya…

Nasihat Seputar Gempa Dan Bencana Alam

November 10, 2010 Tinggalkan komentar

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
______________________________________________________________________

Pembaca yang budiman,
Kita belum lupa peristiwa gelombang tsunami yang melibas Aceh pada pergantian tahun 2004-2005 Masehi, yang menelan korban beribu-ribu manusia dan kerusakan alam. Tanpa terduga sebelumnya, tanggal Sabtu, 28 Rabi’ul Tsani 1427H, bertepatan dengan 27 Mei 2006M, kita dikagetkan lagi adanya gempa tektonik, dengan kekuatan 5,9 skala richter. Goncangan yang hanya berlangsung sekitar 57 detik ini telah meluluhlantakkan Klaten (di Jawa Tengah) dan Bantul (Yogya). Beribu-ribu manusia meninggal. Tak sedikit pula korban terluka. Dari anak-anak hingga orang tua. Sekian banyak kehilangan tempat berteduh, karena rumah-rumah hancur. Semua dicekam ketakutan tak terperikan.

Apa disebalik hikmah dari setiap gempa yang terjadi di atas bumi Allah ini?
Berikut adalah nasihat Syaikh ‘Abdul Aziz bin Baz rahimahullah, yang kami angkat dari Majmu’ Fatawa wa Maqaalaat Mutanawwi’ah, IX/148-152. Insya Allah sangat bermanfaat bagi kaum Mukminin dan umat manusia pada umumnya.
_______________________________________________________________________

الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله وصحابته و من اهتدى بهـداه
أما بعد :

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua yang dilaksanakan dan ditetapkan. Sebagaimana juga Allah Azza wa Jalla Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui terhadap semua syari’at dan semua yang diperintahkan. Allah Azza wa Jalla menciptakan tanda-tanda apa saja yang dikehendakiNya, dan menetapkannya untuk menakuti-nakuti hambaNya. Mengingatkan terhadap kewajiban mereka, yang merupakan hak Allah Azza wa Jalla. Mengingatkan mereka dari perbuatan syirik dan melanggar perintah serta melakukan yang dilarang. Baca selanjutnya…

Nasehat Selepas Ramadhan

September 25, 2010 Tinggalkan komentar

Bulan yang penuh berkah telah berlalu. Bulan yang akan menjadi saksi yang akan membela setiap orang yang bersungguh-sungguh dalam mengerjakan ketaatan kepada Allah atau justru menjadi saksi yang akan menghujat setiap orang yang memandang remeh bulan Ramadlan.

Oleh karena itu, hendaknya diri kita masing-masing membuka pintu muhasabah terhadap diri kita. Amalan apakah yang kita kerjakan di bulan tersebut? Apakah faedah dan buah yang kita petik pada bulan Ramadlan tersebut? Apakah pengaruh bulan Ramadlan tersebut terhadap jiwa, akhlak dan perilaku kita?

Kondisi Salafush Shalih Selepas Ramadlan

Pertanyaan yang teramat mendesak untuk dijawab oleh diri kita masing-masing adalah, ”Setelah Ramadlan berlalu, sudahkah kita menunaikan berbagai sebab yang akan mempermudah amalan kita di bulan Ramadlan diterima di sisi-Nya dan sudahkah kita bertekad untuk terus melanjutkan berbagai amalan ibadah yang telah kita galakkan di bulan Ramadlan?” Baca selanjutnya…