Beranda > Akhlak dan Nasihat, Tazkiyatun Nafs > MENELADANI SUNNAH NABI

MENELADANI SUNNAH NABI

Sunnah yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah perbuatan yang pelakunya dijanjikan pahala dan orang yang meninggalkannya tidak diancam siksa (definisi sunnah menurut pengertian ahli fiqih). Salah satu musibah dalam kehidupan seseorang adalah ketika ia mengagungkan harta benda lebih daripada pengagungannya terhadap sunnah. Mungkin jika dikatakan, “Siapa saja yang melakukan satu sunnah akan mendapat upah sekian dan sekian” pasti setiap orang akan bersungguh-sungguh menerapkan sunnah dalam aktivitas kesehariannya. Padahal balasan yang dijanjikan oleh Allah jauh lebih besar dan lebih agung daripada harta benda. Namun demikianlah tabiat manusia, sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’laa : 16-17)

Apalah artinya harta benda ketika kita dikubur dan ditimbun dengan tanah?

Mengikuti sunnah Nabi     merupakan bukti cinta seorang hamba kepada Allah Ta’ala sekaligus merupakan sebab kecintaan Allah kepada hamba tersebut. Lalu balasan apa yang lebih besar dan lebih agung daripada cinta Rabb semesta alam? Allah Ta’ala berfirman :

“Katakanlah : “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imraan : 31)

Bahkan derajat seorang muslim bisa diukur dengan tingkat ittiba’nya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semakin bersungguh-sungguh ia menerapkan sunnah beliau, maka semakin tinggi dan mulia derajatnya di sisi Allah Ta’ala. Maka perkara penting yang layak diperhatikan oleh setiap muslim adalah pengamalan sunnah Rasulullah dalam seluruh gerak-gerik, ucapan, dan perbuatannya, sehingga hidupnya betul-betul tertata dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika tidak, berapa banyak kebaikan dan derajat kemuliaan yang terluput darinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan panduan amal bagi setiap muslim berupa sunnah-sunnah beliau. Dengan sunnah-sunnah Nabi itu saja sebenarnya sudah lebih dari cukup untuk mengisi aktivitas ibadah kita sehari semalam tanpa melampaui batas dan tanpa perlu melakukan amalan-amalan bid’ah. Misalnya, menamatkan Al-Qur’an lebih dari tiga hari. Sunnah Nabi melarang kita menamatkan Al-Qur’an kurang dari tiga hari. Imam Adz-Dzahabi berkata, “Seandainya seseorang menamatkan Al-Qur’an dengan tartil dalam waktu satu pekan, dan ia secara rutin mengamalkanny tentu akan menjadi amalan yang utama. Sesungguhnya agama ini mudah. Demi Allah, membaca sepertujuh Al-Qur’an dengan bacaan yang tartil dalam shalat tahajjud disertai dengan menjaga shalat-shalat nawafil lainnya, seperti shalat Dhuha dan tahiyyatul masjid, disertai dengan dzikir-dzikir yang ma’tsur dan shahih, doa sebelum tidur dan ketika bangun darinya, doa dan dzikir sesudah shalat-shalat fardhu, pada waktu sahur, disertai dengan menuntut ilmu yang bermanfaat dan menyibukkan diri dengannya secara ikhlas, disertai pula dengan amar ma’ruf nahi munkar, memberikan bimbingan kepada orang jahil, menegur orang fasik dan semacamnya. Disertai pula dengan melaksanakan shalat-shalat fardhu berjama’ah dengan khusyu’ dan thuma’ninah, dengan ketundukan dan keimanan, serta melaksanakan kewajiban-kewajiban, meninggalkan dosa-dosa besar, memperbanyak doa dan istighfar, memperbanyak sedekah, menyambung tali silaturahmi, bersikap tawadhu’ dan ikhlas dalam melaksanakan itu semua, sungguh merupakan suatu kesibukan yang sangat agung, dan merupakan maqam (pedudukan-ed) golongan kanan dan wali-wali Allah serta orang-orang yang bertaqwa. Sesungguhnya semua itu adalah perkara yang dituntut.” 18

Apabila seorang muslim konsekuen menerapkan sunnah dalam kehidupannya, selain ia akan mendapat cinta Allah, hal itu akan menutupi kekurangan-kekurangan pada ibadah wajib yang ia lakukan dan menjaganya agar tidak terjerumus ke dalam bid’ah. Sebab, tidaklah mati dan punah sunnah-sunnah Rasulullah, manusia tidak mengetahuinya dan tidak pula mengamalkannya, melainkan hal itu pertanda muncul dan tersebarnya bid’ah. Sebagaimana yang dikatakan oleh ‘Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Tidaklah datang suatu masa atas umat manusia melainkan mereka akan membuat-buat bid’ah dan mematikan sunnah. Sehingga hiduplah bid’ah dan matilah sunnah-sunnah.”

Karena itu, sekalipun kita tidak sempat menyaksikan dan bertemu langsung dengan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di dunia, karena terpisah ruang dan waktu, namun kita tidak akan bosan memohon kepada Allah Ta’ala semoga kita termasuk orang-orang yang disebutkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya :

“Betapa ingin aku bertemu dengan saudara-saudaraku!” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudar-saudarmu?” Rasullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Kamu sekalian adalah sahabat-sahabatku, saudara-saudaraku adalah generasi yang belum lagi muncul.” Para sahabat bertanya, “ Wahai Rasulullah, bagaimana engkau dapat mengenali suatu generasi dari umatmu yang belum lagi muncul?” Beliau menjawab, “Bagaimanakah menurutmu, bila seseorang memiliki seekor kuda yang putih kepala dan kakinya diantara kuda-kuda yang hitam legam, bukankah dia dapat mengenali kudanya?” “Tentu saja wahai Rasulullah!” jawab mereka. “Begitu pula umatku, mereka akan datang dengan warna putih bercahaya pada wajah dan tubuh mereka disebabkan air wudhu’. Dan akulah yang akan mendahului mereka tiba di telaga (Al Kautsar)!” jawab beliau.” 19

Kita memohon kepada Allah semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang mengikuti jejak beliau serta menapaki sunnahnya. Dan semoga Dia berkenan mengumpulkan kita semua bersama beliau di surga ‘Adn. Allahumma amiin.

 

Disalin dari buku “Panduan Amal Sehari-Semalam” karya Al Ustadz Abu Ihsan Al Maidani, Penerbit Darul Ilmi.

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: